Kamis, 3 Juli 2025, Dinas Sosial Kabupaten Gresik menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Lantai 4 Kantor Pemerintah Kabupaten Gresik. Sosialisasi ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua dan calon peserta didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Gresik, Asisten I Setda Gresik, perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), wali murid, serta calon siswa Sekolah Rakyat.
Kegiatan ini dibuka dengan laporan oleh Bapak Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik yang menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan yang layak bagi keluarga kurang mampu serta membangun generasi penerus bangsa yang cerdas dan berdaya saing. Untuk tahap pertama, lokasi sekolah berada di UPT SMP Negeri 30 Gresik, dengan total luas lahan 9.944 m².
Bapak Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.M.B., menyampaikan optimismenya terhadap program ini, “Program Sekolah Rakyat memang baru, tetapi kami meyakini bahwa program ini akan sukses dan membawa keberkahan. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak yang harus mengubur cita-cita hanya karena faktor ekonomi,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik dalam paparannya menekankan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional yang dikawal langsung oleh Presiden RI dan Kementerian Sosial. “Nama-nama siswa yang terpilih sudah ditandatangani Bupati dan kini berada di meja Presiden. Amanah ini tidak boleh disia-siakan. Kami bekerja cepat untuk memastikan proses berjalan dengan baik, program ini tidak hanya gratis, tapi juga berorientasi pada pengembangan karakter dan potensi anak” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan objektif berdasarkan data Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh BPS dan Dinas Sosial. Syarat utama peserta adalah termasuk dalam keluarga desil 1 dan 2, didukung oleh orang tua/wali, serta sehat secara jasmani dan rohani.
Pada tahun pertama pelaksanaan, kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan di UPT SMP Negeri 30 Sedayu sebagai lokasi sementara, sebelum berpindah ke lokasi permanen di Desa Raci Tengah dengan lahan seluas 6,3 hektar. Sekolah permanen tersebut dirancang menjadi fasilitas pendidikan modern dengan lima lantai, kolam renang, dan lapangan olahraga, yang ditargetkan mulai digunakan pada tahun 2026.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinas Sosial Kabupaten Gresik berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan penuh demi kelancaran pelaksanaan Sekolah Rakyat, sehingga program ini dapat menjadi solusi dalam pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. (fm/de)

.jpg)
.jpg)

.jpg)