Gresik, 17 April 2025 – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Sosial meluncurkan program inovatif bertajuk Si Dumi Belajar (Aksi Edukasi Dan Mitigasi Bencana Bagi Anak Sekolah Dasar). Program ini sebagai bagian dari upaya strategis membangun budaya sadar bencana sejak dini. Program tersebut berfokus pada edukasi dan pelatihan mitigasi bencana untuk siswa sekolah dasar, dengan harapan menciptakan generasi muda yang siap siaga dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan perdana program “Si Dumi Belajar” digelar di SD Al Islam Morowudi, Kecamatan Cerme, dan diikuti oleh 58 siswa kelas 4. Acara berlangsung meriah dan edukatif, dengan rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif agar mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak. Mulai dari simulasi gempa bumi, pelatihan evakuasi mandiri, pengenalan alat-alat keselamatan, hingga permainan edukatif seputar bencana, seluruh kegiatan dirancang untuk menumbuhkan pemahaman dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.
Plt. Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Nur Faridah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam membentuk karakter dan ketangguhan anak-anak terhadap ancaman bencana.
"Kami ingin menanamkan nilai-nilai kesiapsiagaan kepada anak-anak sejak dini. Mereka tidak hanya menjadi individu yang paham risiko di sekitarnya, tetapi juga bisa tumbuh menjadi agen perubahan di tengah masyarakat," ujarnya.
Lebih dari sekadar teori, para siswa diajak untuk langsung terlibat dalam praktik penyelamatan diri. Dalam sesi simulasi, siswa dilatih bagaimana cara berlindung saat gempa, mengenali jalur evakuasi, serta memahami fungsi dan penggunaan alat-alat keselamatan seperti pelampung dan tandu darurat. Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah instansi dan unsur lintas sektor, seperti Satpol Airud Polres Gresik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, serta para relawan Tagana.
Hajar Widagdo dari Satpol Airud Polres Gresik yang hadir sebagai narasumber menyampaikan materi tentang penanganan bencana banjir, termasuk langkah-langkah keselamatan yang bisa dilakukan anak-anak bila bencana terjadi saat mereka berada di sekolah atau di rumah. Sementara itu, tim dari BPBD dan Dinas Kesehatan membekali peserta dengan pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama dan pentingnya menjaga ketenangan saat terjadi bencana.
Tidak hanya edukatif, acara ini juga dikemas secara kreatif dengan penampilan lagu bertema mitigasi bencana yang dibawakan oleh siswa, serta pelepasan balon sebagai simbol dimulainya program “Si Dumi Belajar”. Suasana penuh semangat dan antusiasme terasa sejak awal hingga akhir acara.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hanif Ichsanuddin, perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, mengapresiasi langkah progresif yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Gresik.
"Program seperti ini sangat penting dan patut menjadi contoh bagi daerah lain. Tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa, tetapi juga memberi efek domino bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Kami mendorong agar program ini dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di seluruh wilayah Gresik," ungkapnya.
Melalui peluncuran “Si Dumi Belajar”, Dinas Sosial Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi kebencanaan di kalangan pelajar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Dengan pendekatan yang menyenangkan namun bermakna, “Si Dumi Belajar” diharapkan dapat menjadi gerakan bersama dalam membentuk generasi yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan bencana di masa depan. Inisiatif ini sekaligus menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, tetapi juga bisa ditanamkan sejak usia dini, dengan cara yang tepat dan menyenangkan. (sin/vel)


