Jl. KH. Wachid Hasyim No.17, Bedilan, Kebungson, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik

Kegiatan Sosialisasi tentang DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) dan SR (Sekolah Rakyat).

Kegiatan Sosialisasi tentang DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) dan SR (Sekolah Rakyat).

Gresik, 30 Maret 2026, bertempat di Gedung Mandala Bhakti Praja pemerintah Kabupaten Gresik Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau dikenal dengan Gus Ipul hadir secara langsung memberikan Sosialisasi tentang DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) dan SR (Sekolah Rakyat). Acara tersebut juga dihadiri Bupati Gresik, Wakil Bupati Gresik, Forkopimda Kabupaten Gresik, Kepala OPD Kabupaten Gresik, Kepala BPS Gresik, Pendamping Sosial, serta Operator SIKS-NG Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Gresik.

Sebagaimana yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN Gus Ipul menyampaikan bahwa data DTSEN merupakan data tunggal yang digunakan sebagai acuan utama dalam menetapkan bantuan dan pemberdayaan sosial. Dalam hal ini Kementerian Sosial Republik Indonesia bersinergi dengan BPS (Badan Pusat Statistik) untuk pemutakhiran data. Menurut Gus Ipul, mulai tahun 2025, data kemiskinan dipusatkan pada satu pintu yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan disajikan dalam bentuk peringkat desil 1 sampai desil 10. Kementerian Sosial Republik Indonesia memberikan Program Bantuan Sosial berupa Sembako dan PKH kepada mereka yang terdata di desil 1 sampai desil 4 serta Program PBI-JK bagi mereka yang berada di desil 1 sampai desil 5.

Pemutakhiran data DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) dapat dilakukan dengan dua jalur yakni jalur formal dan jalur partisipatif. Jalur formal melalui RT-RW-Operator Desa/ Kelurahan-Dinas Sosial dan disahkan oleh Bupati, sedangkan jalur partisipatif dapat diakses masyarakat melalui aplikasi cek bansos. “Apabila masyarakat menemukan ketidaksesuaian penerima bantuan sosial, maka mereka dapat melaporkan melalui saluran resmi melalui Aplikasi Cek Bansos: Melalui fitur Usul dan Sanggah; Command Center Kemensos: Kontak 171 atau 021-171 (Layanan 24 Jam); WhatsApp Center Kemensos Lapor Bansos: 08877 171 171,” ujar Gus Ipul.

Guna meningkatkan perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan dukungan sosial, Kementerian Sosial RI (Kemensos) menyusun Program Kesejahteraan Sosial bagi 12-PAS (12-Pemerlu Atensi Sosial). Program ini bertujuan untuk menjangkau berbagai kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Program 12-PAS mencakup 12 kategori kelompok masyarakat yang menjadi prioritas utama yaitu (1) Fakir miskin, (2) Anak-anak rentan, (3) Difabel, (4) Lansia terlantar (5) Mereka yang berpendapatan rendah, (6) Korban bencana, (7) Kelompok afirmatif, (8) Warga binaan, (9) Korban kekerasan, (10) Korban Napza dan HIV/AIDS, (11) Mereka yang bermasalah sosial, dan (12) Perempuan rentan.

Gus Ipul juga menyampaikan sosialisasi tentang SR (Sekolah Rakyat). Sekolah Rakyat merupakan salah satu Program Pemberdayaan Sosial untuk pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem sebagaimana yang diamanatkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Program Sekolah Rakyat diperuntukkan kepada keluarga yang berada di desil 1 sampai desil 2 dengan memberikan pendidikan berbasis asrama kepada siswa serta Bantuan Usaha yang diberikan kepada Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat.

Wakil Bupati Asluchul Alif dalam sambutannya menyampaikan upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gresik menunjukkan tren yang positif. Persentase penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 0,37 persen poin dari 10,32 persen pada Maret 2024 menjadi 9,95 persen pada Maret 2025. "Artinya jumlah penduduk miskin di Kabupaten Gresik sejumlah 131.807 jiwa. Sementara menurut pendataan riil kami melalu Aplikasi Gresik Soya sebanyak 142.107 jiwa, " terang Wabup Alif.

Berdasarkan aplikasi SIKS-NG jumlah penduduk Kabupaten Gresik yang berada pada desil 1 sampai 4 tercatat sebanyak 541.714 jiwa dengan rincian desil 1 sebanyak 163.725 jiwa, desil 2 sebanyak 164.469 jiwa, desil 3 sebanyak 117.139 jiwa, desil 4 sebanyak 96.381 jiwa. Daru data tersebut yang saat ini menerima bantuan sosial meliputi, PKH sebanyak 55.300 KPM, sembako (BPNT) sebanyak 82.258 KPM dan PBIJK sebanyak 610.294 jiwa. "Jadi yang menerima bansos baru 25,39 persen dari total desil 1 sampai 4. Masih ada sebanyak 404.156 (74, 61 %) jiwa yang belum mendapatkan bantuan sosial, " ujarnya.

Wabup Alif menjelaskan, terkait dengan pelaksanaan Sekolah Rakyat Menegah Atas (SRMA) 37 Gresik saat ini jumlah siswa tetap utuh sebanyak 75 siswa tanpa adanya yang mengundurkan diri. Seluruh orang tua siswa juga telah menerima bantuan modal usaha sesuai dengan kebutuhan dan minat masing-masing.

"Progres pembanguan gedung Sekolah Rakyat permanen yang ada di Desa Raci Tengah hingga saat ini mencapai 27,36 persen. Mohon doa dan dukungannya semoga pembangunan SR tersebut  bisa terlaksana sesuai target sehingga bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026-2027, "demikian harapan yang disampaikan Wabup Alif.

Tidak hanya itu, dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga melihat langsung unjuk kebolehan siswa siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 dan penampilan paduan suara Pendamping Sosial Kabupaten Gresik.


Related Posts

Hubungi Kami
Logo

Situs kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Silakan menyetujui Kebijakan Privasi untuk pengalaman terbaik.